Longga
Permainan Longga, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Enggrang, merupakan permainan tradisional yang umumnya dimainkan untuk mengisi waktu luang sekaligus melatih keseimbangan dan kemampuan motorik. Permainan ini biasanya dilakukan di area lapangan dan dianjurkan dimainkan di tempat yang luas serta permukaannya datar agar aman dan nyaman bagi pemain.

• Bahan Baku
Bahan utama yang digunakan dalam permainan ini adalah bambu dan kayu. Enggrang biasanya dibuat dengan ukuran yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia pemain. Untuk anak-anak berusia 6–12 tahun, enggrang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, dengan pijakan setinggi 30 cm, lebar 15–20 cm, dan panjang sekitar 7,5 cm. Sementara itu, untuk pemain berusia 13 tahun ke atas, enggrang dibuat lebih tinggi, yaitu sekitar 2,5 meter, dengan ukuran pijakan setinggi 50 cm, lebar 20 cm, dan panjang 10 cm.

• Cara Bermain Enggrang
Permainan Enggrang dapat dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya, permainan ini dilakukan dalam bentuk perlombaan, yaitu adu kecepatan antar pemain untuk mencapai garis finis terlebih dahulu.


• Nilai dan Manfaat Permainan Longga
Permainan Longga atau Enggrang memiliki berbagai nilai dan manfaat, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Permainan ini melatih keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak, karena pemain harus menjaga posisi tubuh agar tetap stabil saat berjalan menggunakan enggrang. Selain itu, permainan Longga juga meningkatkan kekuatan otot kaki dan tangan, serta melatih ketahanan fisik.
Dari segi nilai sosial, permainan Longga mengajarkan keberanian, kepercayaan diri, dan sportivitas, terutama ketika dimainkan dalam bentuk perlombaan. Pemain belajar untuk menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap yang baik. Permainan ini juga mendorong kebersamaan dan interaksi sosial antar pemain, sehingga mempererat hubungan persahabatan.
Selain manfaat fisik dan sosial, permainan Longga juga memiliki nilai budaya sebagai salah satu warisan permainan tradisional yang perlu dilestarikan. Melalui permainan ini, generasi muda dapat mengenal dan menghargai budaya daerahnya.
⬅ Kembali
🔈 Musik Mati